Perkembangan Profesi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Di Indonesia

Profesi adalah aktifitas yang bersifat intelektual berdasarkan ilmu pengetahuan, digunakan untuk tujuan praktik pelayanan, dapat dipelajari, terorganisir secara internal dan aktristik, mendahulukan kepentingan orang lain (Abraham Flexman, 1915)

Secara popular seseorang bekerja di bidang apapun sering diberi predikat professional. Seseorang pekerja professional dalam bahasa keseharian tersebut adalah seorang pekerja yang terampil atau cakap dalam kerjanya. Dari berbagai pengertian tentang bidan dapat diketahui bahwa bidan adalah profesi yang khusus, dinyatakan dengan pengertian bidan adalah orang pertama yang melakukan penyelamatan kelahiran sehingga ibu dan bayinya lahir dengan selamat.

Salah satu karakteristik profesional menurut Scum. E.H adalah professional membuat perkumpulan untuk profesi dan batasan peraturan untuk profesi. Bidan adalah jabatan professional. Untuk itu bidan harus memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya adalah memiliki organisasi profesi sebagai wadah bagi anggotanya.

Organisasi profesi bidan di Indonesia adalah IBI (Ikatan Bidan Indonesia).

Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

 

Perjalanan organisasi ini pada awalnya adalah didasari rasa keprihatinan dan kesadaran untuk membela,mempertahankan dan memelihara kepentingan–kepentingan bangsa dan masyarakat pada umumnya,kepentingan perempuan/wanita serta kepentingan Bidan khususnya.

PEMBENTUKAN ORGANISASI

Pada tanggal 15 September 1950 di Rumah Sakit Bersalin Budi Kemuliaan Jakarta, para bidan melaksanakan pertemuan dan bersidang serta melahirkan kesepakatan untuk membentuk suatu wahana Ikatan Bidan Indonesia (IBI) pada pertemuan dan persidangan yang pertama ini telah disusun Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga ( AD/ART) yang mencantumkan bahwa:
1. Azaz ikatan bidan Indonesia adalah Pancasila

2. Tujuan Pendirian IBI adalah
a. Menghidupkan rasa persaudaraan sesama bidan
b. Memelihara,mengembangkan dan menghidupkan pengetahuan bidan dalam kalangan anggota
c. Menyokong dan kerja sama dengan pemerintah dan menjaga kesehatan rakyat
d. Mempertinggi derajat dan kedudukan Bidan dalam masyarakat

3. Upaya-upaya yang dilaksanakan menurut pasal 3 AD/ART 1950 adalah:
a. Mengatur pertolongan persalinan untuk masyarakat
b. Memperbaiki kesehatan ibu dan anak
c. Memberi pimpinan Kepada para dukun
d. Seminar/Ceramah
e. Mengadakan majalah
f. Mengadakan Perpustakaan
g. Mengadakan pidato Radio

4. Susunan Kepengurusan Sesuai Pasal 4 AD/ART 1950 Ditetapkan:
a. Ketua I
b. Ketua II
c. Penulis I
d. Penulis II
e. Bendahara
f. Juru Periksa/Komisaris

Kemudian pada tanggal 24 Juni 1951 Dilakukan musyawarah untuk menentukan tujuan tujuan IBI untuk selengkapnya yaitu:
1. Menggalang persatuan dan persaudaraan antara bidan serat kaum wanita pada umumnya dalam rangka memperkokoh persatuan bangsa
2. Membina pengetahuan dan keterampilan anggota dalam profesi kebidanan, khususnya dalam pelayanan KIA serta kesejahteraan keluarga
3. Membantu pemerintah dalam pembangunan nasional terutama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
4. Meningkatkan martabat dan kedudukan Bidan dalam masyarakat.

Selain itu juga pada pertemuan tersebut juga diputuskan Visi dan Misi IBI antara lain:
1. Membentuk Organisassi IBI yang bersifat nasional,sebagai satu-satunya organisasi yang merupakan wadah persatuan dan kesatuan Bidan di indonesia
2. Pengurus besar IBI berkeduduka di Jakarta atau dimana pusat pemerintahan berada
3. Meniadakan Bidan kelas 1 maupun Bidan Kelas 2,yang ada hanya Bidan
4. Membentuk Pengurus di daerah-daerah
5. Bidan harus bekerja sesuai dengan profesi,apabila bekerja dibidang perawatan harus mengikuti pendidikan perawat selama 2 tahun, demikian apabila perawat bekerja di kebidanan harus mengikuti pendidikan bidan selama 2 tahun

Setelah musyawarah pengurus besar IBI terpilih, maka pada tanggal 24 Juni 1951 sah menjadi hari lahirnya IBI.

24 Juni 2011 (HUT IBI Ke-60)

 

 

6 thoughts on “Perkembangan Profesi Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Di Indonesia

    • Salah satu tujuan IBI yaitu : Meningkatkan martabat dan kedudukan bidan dalam masyarakat, maksudnya dengan adanya sebuah wadah (dlm hal ini IBI) yang mengatur para bidan dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya melalui etika profesi yg telah ditetapkan, maka bidan tsb akan berusaha melaksanankannya sebaik mungkin sehingga apapun yang dilakukan bidan adalah hal yang benar dan dapat diterima masyarakat sebagai sesuatu hal yg bermanfaat dan bermartabat.

  1. IBI termasuk organisasi besar. Tapi sayang artikel yg memuat gambar struktur organisasinya .. cuman ada 1 (satu).
    Jika ada yang membuatnya mungkin akan memudahkan anak saya menyelesaikan tugasnya…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s